Sejarah Desa Balunijuk

22 September 2025

NURYADI

107 Kali dibaca

Dahulu desa Balunijuk merupakan bentangan hutan yang kondisi alamnya memiliki bukit berada di sebelah Selatan antara desa Kimak dan Baturusa. Dari desa Kimak, perjalanan menuju Balunijuk ditempuh dengan jalan setapak melintasi hutan melalui sungai, Dusun Limbung dan Desa Jada Bahrin hingga di kawasan perbukitan hutan Jelutung. Sedangkan, tumbuhan yang banyak tumbuh berupa pohon Seru, Ulin, Medang, Meranti, Terentang, Enau, Nira, Duren, Duku, Cempedak, Manggis, dll. Pembukaan hutan tersebut di pelopori oleh 2 tokoh masyarakat yang pemberani dari Desa Kimak yaitu, Akek Mail dan Akek Sureh. Diperkirakan antara tahun 1910 sampai 1915 ladang yang baru dibuka tersebut memungkinkan untuk dijadikan tempat pemukiman penduduk, yang dimana pada waktu itu masih berupa pondok (rumah kebun).

Pada waktu itu, kebun dan hutan merupakan sumber makanan yang berlimpah, sehingga Akek Mail dan Akek Sureh mendapatkan lauk mereka dengan cara berburu binatang seperti pelanduk (kancil), kijang, rusa, burung, dll. Akek Mail dan Akek Sureh beserta teman-temannya setiap habis dari huma/hume (padi) setiap pagi dan sore, mereka beramai-ramai mandi di Lelap yang letaknya tak jauh dari jalan menuju Desa Jadah Bahrin. Lama-kelamaan, masyarakat seberang utara yaitu Desa Kimak, berduyun-duyun mencoba membuka hutan tersebut untuk pertanian terutama Padi Tugalan, Singkong, Ubi Jalar, Jagung dan Palawija lainnya yang digunakan untuk kebutuhan makan sehari-hari.

Pembukaan lahan sebagai pertanian kian berlanjut, yang dilakukan oleh H. Satar, dan H.Suleh, tokoh masyarakat yang berasal dari Baturusa, yang membuka hutan disebelah timur menjelang tahun 1918. Lama-kelamaan dua kelompok masyarakat ini membaur, yaitu kelompok masyarakat dari Kimak beserta anak dan keturunannya yang mendominasi pemukiman tempat tinggal di Dusun II dan Dusun III, dan Dusun I yang didominasi oleh keturunan masyarakat yang berasal dari Baturusa. Sehingga pada perkembangannya kedua kelompok ini terjadi pembauran dan melahirkan generasi baru, yang menyebabkan komunitas ini semakin bertambah, dan berkembang menjadi perkampungan.

Sebelum menjadi desa pada tahun 1926, terbentuklah Kampung Baru yang diketuai oleh Mat Ali (menurut catatan kecamatan Baturusa). Pada waktu itu, penamaan kampung ini masih beragam, seperti Sinar Bukit dan Kampung Bukit dibawah Desa Baturusa. Setelah masa jabatan Mat Ali, ketua berikutnya Adalah Abdul Rasak, Zamhur, Zarkum, dan yang terakhir Adalah Mustar Yakub.

Tidak dapat dipungkiri lagi, dari pembauran kedua kelompok tersebut kian lama kian bertambah, hingga pada perkembangannya begitu pesat, yang tadinya hanya kampung kini telah berubah menjadi Desa, yaitu Desa Balunijuk yang resmi terbentuk pada tanggal… (menurut dokumen desa) yang dikepalai oleh Abu Kasim sebagai Kades Pertama (1988-1993), lalu Suhaimi (1993-1999), Pjs.Kades Burhan (1998-1999), Kades Abu Kasim (1999-2004), Pjs. Kades Alinada (2004-2005), Kades Ahmad Afindi (2005-2011 dan 2011-2017), PJ Kades Rulli Aswin, SE (2016-2017), dan sekarang Kades Suwandi (2017-2023).

Desa Balunijuk terdiri dari 3 pedusunan yaitu Dusun I memiliki wilayah dari Line Listrik PT.Timah sampai dengan darinase H.Ibrahim, untuk Dusun II dari drainese H.Ibrahim sampai dengan drainase H.Sulaiman, sedangkan Dusun III dari drainase H.Sulaiman sampai ke SPN untuk arah barat, untuk arah utara sampai dengan gerbang yang ada di depan Pesantren Jada Bahrin dan Sungai Baturusa. Penamaan desa Balunijuk bukan tanpa alasan, mengingat setiap pagi dan sore kegiatan masyarakat terpusat di Lelap untuk mandi dan mencuci pakaian seperti sudah menjadi tradisi yang secara turun-temurun diwariskan oleh Akek Mail dan sahabatnya. Di sekitar desa Balunijuk banyak terdapat lelap (sumber mata air) yang sering digunakan untuk mandi, sehingga dinamakan lelap oleh penduduk setempat, atau disebut juga Munjang (Melayu Bangka), salah satunya tempat lelap/munjang yang didekatnya terdapat pohon ulin dan pohon enau yang disebut pohon ijuk oleh penduduk asli. Untuk menyebut tempat yang sering didatangi setiap harinya sebagai tempat pemandian yang berda ditengah desa itu penduduk menyebutnya munjang yang be-Ulin-Ijuk, Kata “be” dalam bahasa Bangka mempunyai makna yang sama dengan “ber” dalam bahasa Indonesia, yang berarti mempunyai atau memiliki, bila disebutkan secara cepat, kata tersebut menjadi Beulinijuk yang lama kelamaan menjadi Balunijuk, sehingga memiliki arti dalam bahasa Bangka yang bertujuan untuk (mengatakan atau supaya mudah bila ada pertanyaan dari tetangga dimana beliau mandi atau menggarap ladang, membuka lahan di Lelap be-Pohon Ulin dan Pohon Ijuk). Pendapat lain mengatakan bahwa Balunijuk berasal kata Bulin dan Ijuk yaitu pohon Bulin nama jenis kayu dalam bahasa melayu disebut juga kayu Ulin, atau kayu Unglen (bahasa daerah Sumatera). Sedangkan, Ijuk artinya batang aren dalam bahasa melayu disebut juga pohon Enau kedua pohon tersebut berada di Tengah lelap tempat pemandian penduduk setempat, dimana terdapat pohon kayu bulin yang sudah rebah/roboh, disitulah tumbuh pohon Ijuk. Sehingga dinamakan lelap Bulinijuk yang lama-kelamaan menjadi kata Balunijuk (ADES, 2013). 

Kirim Komentar

CAPTCHA Image

Komentar Facebook

Menu Kategori

Statistik

Aparatur Desa

Back Next

Komentar

Adudu

22 November 2025 15:02:49

Apayaaa... selengkapnya

yeooor

20 September 2025 22:30:58

uwuu bangett... selengkapnya

Media Sosial

Peta Wilayah Desa

Peta Lokasi Kantor

Alamat:Jl. Raya Balunijuk RT.001 Dusun 1 Desa Balunijuk, Kecamatan Merawang, Kabupaten Bangka
:Balun Ijuk
:Merawang
:Bangka
Kodepos:33172
Telepon:07179100097
Email:balunijuk.bangka@gmail.com

Statistik Pengunjung

Hari ini:143
Kemarin:19
Total:4.203
Sistem Operasi:Unknown Platform
IP Address:216.73.216.116
Browser:Mozilla 5.0